Sampai saat ini yang menjadi pemikiran kita adalah bagaimana mengkolaborasikan antara sains dan agama menjadi satu kesatuan yang utuh dan tidak terpisah-pisahkan. Karena kita tahu -untuk saat ini- suatu ilmu pengetahuan bisa didapat secara maksimal jika ilmu itu bebas dari nilai. Jadi disini jelas bahwa antara sains dan agama (Islam) terjadi suatu dikhotomi yang tidak terbantahkan. Maka dari itu tugas kita mewacanakan kepada publik, bahwa suatu ilmu (saintic) bisa didapatkan tanpa harus adanya dikhotomi keduanya.
Sabtu, 20 Juni 2015
Islamisasi Sains
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
kondisi ganjaran kematian sesuai apa yang dilakukan semasa hidup
اني لا اخرج احد من الدول نيا، وانا اريد ان ارحمه، حتى او فيه بكل خطيرة عملها قسما فى جسد هو و مصيبة فى اهله، وولده وضيقة فى، معاشه وافتح رئي...
-
Himpunan bilangan asli N = {1, 2, 3, 4, 5, …. }. Himpunan bilangan prima P = {2, 3, 5, 7, 11, 13, …. }. Himpunan bilangan cacah C = {...
-
Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah Shallallahualaihiwassalam bersabda, ’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan ...
-
Doa agar diberikan keturunan yang shaleh dan shalehah Ali Imran: 35-36 Bismillahhirrahmaanir rahiim, Robbi inni nadzartu laka maa fii ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar