Senin, 13 Juni 2016

Imam al-Ghazali menerangkan "Dan tujuan akhir dari akhlak yaitu memutuskan diri kita dari cinta kepada dunia, dan menancapkan dalam diri kita cinta kepada Allah SWT. Maka tidak ada lagi sesuatu yang dicintai selain berjumpa dengan dzat ilahi rabbi, dan tidak menggunakan semua hartanya kecuali karenanya. Dan rasa bencinya, syahwatnya yang sudah menetap dalam dirinya tidak semena-mena digunakan kecuali karena untuk menuju kepadaNya. Dan itulah apabila akhlak ditimbang melalui timbangan syara' dan akal".

Pengertian Pragmatisme


Pragmatisme berasal dari kata pragma yang artinya guna. Pragma berasal dari kata Yunani. Makna pragmatisme adalah suatu aliran yang mengajarkan bahwa yang benar adalah apa saja yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan akibat-akibat yang bermanfaat secara praktis. Artinya, segala sesuatu dapat diterima asalkan bermanfaat bagi kehidupan. Dan aliran ini menekankan pada praktik dalam mengadakan pembuktian pembenaran dari sesuatu hal yang dapat dilihat dari tindakannya yang praktis atau dari segi kegunaan. 
Menurut pragmatisme, berpikir itu mengabdi pada tindakan, dan tugas pikir itu untuk bertindak. Hal ini mengakibatkan tindakan-tindakan itu menjadi kriteria berpikir dan kegunaan. Dengan kata lain, hasil dari tindakan itu menjadi suatu kebenaran. 
Sebagai aliran filsafat, pragmatisme berpendapat bahwa pengetahuan mencari, bukan sekedar untuk tahu demi tahu, melainkan untuk mengerti masyarakat dan dunia. Pengetahuan bukan sekedar objek pengertian, permenungan atau kontemplasi, tetapi untuk berbuat sesuatu bagi kebaikan, peningkatan serta kemajuan masyarakat dunia. Pragmatisme lebih memprioritaskan tindakan daripada pengetahuan dan ajaran, dan kenyataan pengalaman hidup di lapangan daripada prinsip muluk-muluk yang melayang di dunia. Oleh karena itu, prinsip untuk menilai pemikiran, gagasan, teori, kebijakan, pernyataan tidak hanya cukup berdasarkan logisnya dan bagusnya rumusan-rumusan tetapi berdasarkan dapat-tidaknya dibuktikan, dilaksanakan dan mendatangkan hasil. 
DAFTAR PUSTAKA
A. Mangun Harjono, Isme-isme dari A sampai Z, Penerbit Kanisius (Anggota IKAPI), Yogyakarta, 1997.
Ahmad Tafsir, Filsafat Umum, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2003.
Asmoro Achmadi, Filsafat Umum, PT. Grafindo Persada, Jakarta, 2001.
Bertrand Russell, Sejarah Filsafat Barat, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2002.
John K. Roth, Persoalan-persoalan Filsafat Agama, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2003.
Sumber
http://atullaina.blogspot.co.id/2013/01/pengertian-pragmatisme.html

Selasa, 03 Mei 2016

kak, gimana cara ngadapin guru yang suka menuntut muridnya untuk bisa. padahal kita punya kapasitas masing-masing, dan kita ini nggak cuma bisa dituntut satu pelajaran. mohon pengarahan nya kak: ) Terimakasih.

Personally, I think that's bullshit.
Bukan,
Bukan guru yang menuntut muridnya untuk bisa.
Tapi kamu.
Iya, kamu.
Pendapat kamu bahwa kita punya kapasitas masing-masing dan tidak hanya bisa dituntut satu pelajaran, keduanya itu bullshit; mentalitas yang membuat kamu dan jutaan pelajar lainnya tidak bisa maju.
-
Look at me.
Look very closely at me.
Perhatikan baik-baik halamanku.
Kamu bisa menemukan pengetahuan dari berbagai macam pelajaran.
Hampir secara literal, aku dapat menjawab segala macam pertanyaan tentang ilmu apa pun yang kalian lontarkan kepadaku. Mau itu sains, politik, humaniora, bahkan diet dan seks sekalipun.
Aku bisa dan tahu segalanya.
-
Bagaimana caranya?
Mudah:
1. Interest
2. Passion
Kalau kamu punya ketertarikan kepada suatu ilmu, kamu dapat menguasainya dengan passion. Kalau kamu tidak punya ketertarikan kepada suatu ilmu, aku jamin ke kamu bahwa kamu tidak akan pernah bisa menguasainya.
Apa kamu sadar bahwa di dalam halaman ini aku tidak pernah berbicara tentang ekonomi? Ya, karena aku tidak ada interest ke ekonomi.
Tapi, aku hanya perlu sedikit percikan interest ke politik supaya aku punya passion untuk mendalami politik--walau aku adalah orang yang tidak senang politik.
-
Untuk menimbulkan interest terhadap sesuatu pun tidak sesulit yang kamu bayangkan.
Kita dikelilingi oleh seluruh ilmu yang telah, sedang, dan akan kamu pelajari. Semuanya berhubungan, dan semuanya terikat terhadap satu sama lainnya. Jika kamu mempunyai interest terhadap matematika, kamu juga bisa menumbuhkan interest terhadap fisika, kimia, biologi, geografi, psikologi, sosiologi, hingga sejarah sekali pun. Semua ilmu itu berhubungan, dan kamu bisa menemukan geografi dalam psikologi sekali pun.
-
All you need to do, is only to be interested.
All you need to do to be interested, is only to give a fuck.
In other words, you can learn anything you want if you care about anything.
No talent involved. Only interest and passion.
Batas itu bullshit, tidak ada, dan dibuat oleh mentalitas kamu sendiri yang lemah.
Tak ada waktu pun juga alasan bullshit, karena kesempatan ada di setiap kesempitan, dan yang menentukan banyak-sedikitnya waktumu adalah kamu sendiri.
Sibuk pun adalah bullshit, dan merupakan eufemisme dari "aku tidak punya cukup kepedulian untuk mengurus itu".
Kamu merasa overwhelmed? Stres? Lelah? Bagus! Berarti kamu akan lebih siap menghadapi hal yang lebih rumit, dan kamu akan lebih mampu menghadapi hal yang lebih sederhana.
Just like going to the gym. Kamu angkat beban 20 kilo 5 kali, merasa overwhelmed, stres, dan lelah. Tapi keesokan harinya kamu akan siap mengangkatnya 6 kali atau menambah bebannya, dan pastinya bisa mengangkat beban yang lebih ringan dengan mudah.
-
Otot dan otakmu sebenarnya mempunyai cara kerja yang sama.
Kalau mau mengembangkan baik otot maupun otak, yang kamu perlu hanyalah interest dan passion.
Kalau kamu merasa tidak bisa, berarti mentalitas kamu yang lemah, dan kamu memang tidak pantas untuk bisa.

kondisi ganjaran kematian sesuai apa yang dilakukan semasa hidup

اني لا اخرج احد من الدول نيا، وانا اريد ان ارحمه، حتى او فيه بكل خطيرة عملها قسما فى جسد هو و مصيبة فى اهله، وولده وضيقة فى، معاشه وافتح رئي...