Jumat, 26 Juni 2015


Renungan Malam

Dailymoslem – Rezeki adalah salah satu hal yang paling banyak orang cari. Setiap hari, orang-orang rela bangun lebih pagi dan pulang larut malam untuk menjemput rezeki. Bahkan lebih parah lagi, ada rela melakukan apa saja untuk mengumpulkan ‘rezeki’ lebih banyak.
Orang selalu salah kaprah mengenai apa itu rezeki. Mereka menganggap rezeki dihitung hanya dari lembaran-lembaran uang atau beratnya emas yang ditimbang. Padahal, rezeki tidak mesti dipandang dari tumpukan harta tapi dari kesehatan yang diterima juga.
Nah, berikut ini ada 7 amalan dzikir yang insya Allah dapat mempermudah datangnya rezeki pada kita. Entah itu berupa harta, kesehatan, kebahagiaan dan lain sebagainya.
Lahaula wala Quwwata Illa Billah
Lahaula wala Quwwata Illa Billah‘ memiliki arti bahwa tiada daya dan upaya kecuali dari pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan membacanya, kita menghindari tinggi hati sehingga menganggap kita mampu melakukan sesuatu meski tanpa bantuan Allah. Padahal segala sesuatu yang menghampiri kita pasti atas izin Allah.
Barangsiapa yang lambat datang rezekinya hendaklah banyak mengucapkan “Lahaula Wala Quwwata Illa Billah” ( HR. At Tabrani )
La Ilaha Illallahul Malikul Haqqul Mubin
Barangsiapa setiap hari membaca La ilaha illallahul malikul haqqul mubin maka bacaan itu akan menjadi keamanan dari kefakiran dan menjadi penenteram dari rasa takut dalam kubur” (HR. Abu Nu’aim dan Ad Dailami)
Astagfirullah hal adzim
Dzikir ini memiliki arti “ Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung.” Salah satu penghambat datangnya rezeki karena adanya dosa yang pernah dilakukan. Dengan memohon ampun terlebih dahulu, Insya Allah rezeki akan mudah didapatkan.
Membaca surat Al-Ikhlas
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berjanji akan memberikan imbalan hidup yang baik di dunia dan di akhirat untuk siapa saja yang beramal shaleh dan dalam hatinya tersimpan keimanan yang teguh. Termasuk didalamnya, adalah hanya bergantung kepada Allah Dzat yang Maha Agung pemilik langit dan bumi serta segala isinya.
Ayat pertama surah Al-Ikhlas memiliki arti,
Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.” (Q.S Al-Ikhlas: 1)
Oleh karenanya, Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam memberikan kabar gembira kepada setiap muwahhid (ahli tauhid). Bahwa hidup mereka bakal dijauhkan dari kemiskinan. Dan untuk memperoleh jaminan tersebut ternyata cukup dengan setiap kali pulang ke rumah membaca ayat pertama surah Al-Ikhlas sebelum masuk ke dalam rumah.
Membaca surat Al-Waqiah
Barangsiapa mmbaca surat AlWaqiah setiap malam, maka tidak akan ditimpa kesempitan hidup”(HR. Al-Baihaqi dalam Syu’ab AlIman)
Memperbanyak Selawat Atas Nabi
“Ubay Bin Ka’ab meriwayatkan , bila telah berlalu sepertiga malam, Rasulullah Salallahu’alaihiwassalam berdiri seraya bersabda : “Wahai Manusia Berdzikirlah mengingat Allah, berdzikirlah mengingat Allah. Akan datang tiupan (sangkakala kiamat) pertama, kemudian diiringi tiupan kedua. Akan datang kematian dan segala kesulitan didalamnya”
Membaca Subhanallah wabihamdihi Subhanallahil adziim
“…dari setiap kalimat itu seorang malaikat yg bertasbih kepada Allah Ta’ala sampai hari kiamat yang pahala tasbihnya itu diberikan untukmu.” (HR. Al-Mustagfiri dalam Ad-Da’awat)

Minggu, 21 Juni 2015

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu maka hendaklah ia berpuasa, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib-lah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak meng-hendaki kesukaran bagi-mu. Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. 2:185)
"Menyenangkan sekali menjadi orang mukmin, karena semua yang dihadapi baik bagi dirinya, dan itu hanya bisa dirasakan oleh seorang mukmin; "Jika mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur; dan itu baik baginya. Dan jika ditimpa musibah, ia bersabar; dan itu juga baik baginya."

Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran (QS. Al-Baqarah [2] 186)

Sabtu, 20 Juni 2015

Islamisasi Sains

Sampai saat ini yang menjadi pemikiran kita adalah bagaimana mengkolaborasikan antara sains dan agama menjadi satu kesatuan yang utuh dan tidak terpisah-pisahkan. Karena kita tahu -untuk saat ini- suatu ilmu pengetahuan bisa didapat secara maksimal jika ilmu itu bebas dari nilai. Jadi disini jelas bahwa antara sains dan agama (Islam) terjadi suatu dikhotomi yang tidak terbantahkan. Maka dari itu tugas kita mewacanakan kepada publik, bahwa suatu ilmu (saintic) bisa didapatkan tanpa harus adanya dikhotomi keduanya.



Teori Andragogi yang dibumingkan oleh Knowles pada hakikatnya sudah pernah difirmankan oleh Tuhan di dalam kitab suci umat Islam yakni al-Qur’an. Rosidi menulis disertasi dan saat ini sudah dibukukan, ia meneliti, mengkaji dan menganalisa ‘Konsep Andragogi Dalam al-Qur’an’ (صورة الدراسة الأندرجوجي فى القرءان الكريم), kajian itu menarik dan sepengetahuan saya, Rosidi adalah orang yang pertama mengkombinasikan teori Andragogi versi Malcolm Shepherd Knowles dengan konsep Andragogi dalam al-Qur’an.

A World of Languages


Larangan berbuat Boros

وَآتُواْ حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ 
“…dan tunaikanlah haknya di hari saat memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. (QS. Al-An’am: 141)


“Dan makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al-‘Araf: 31)


Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan sesungguhnya (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. (QS. Al-Furqon: 67)


Dan janganlah kamu jadikan tanganmu belenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena hal itu memebuat kamu menjadi tercela dan menyesal. (QS. Al-Isra’: 29)


"Seandainya seorang menginfakkan seluruh hartanya dalam kebenaran maka dia bukan termasuk pemborosan, dan seandainya dia menginfakkan satu mud bukan pada tempatnya maka hal itu termasuk pemborosan” (Tafsir Ibnu Katsir: 3/36).


Dari Abi Barzah AL-Asalmi RA bahwa Nabi bersabda, “Tidak akan melangkah dua kaki seorang hamba pada hari kiamat sehingga dirinya akan ditanya oleh Allah SWT tentang umurnya untuk apa umur tersebut dia habiskan? tentang ilmunya apakah yang telah diperbuat dengan ilmu tersebut, tentang hartanya dari manakah dia dapatkan dan kemanakah disalurkan”. (Sunan Turmudzi: 4/612 no; 2426)

kondisi ganjaran kematian sesuai apa yang dilakukan semasa hidup

اني لا اخرج احد من الدول نيا، وانا اريد ان ارحمه، حتى او فيه بكل خطيرة عملها قسما فى جسد هو و مصيبة فى اهله، وولده وضيقة فى، معاشه وافتح رئي...