Jumat, 20 November 2015
Mahfudzot Kelas 1: Mahfudzot KMI Gontor Kelas 1
Mahfudzot Kelas 1: Mahfudzot KMI Gontor Kelas 1: 1. مَنْ سَارَ عَلىَ الدَّرْبِ وَصَلَ 1. Barang siapa berjalan pada jalannya sampailah ia 2. مَنْ جَدَّ وَجَدَ 2. Barang...
Selasa, 17 November 2015
Doa agar diberikan keturunan yang shaleh dan shalehah
- Ali Imran: 35-36
Bismillahhirrahmaanir rahiim, Robbi inni nadzartu laka maa fii bathnii muharroron fataqobbalminnii, Innaka antas sami’ul alim
Artinya:
Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku manjadi hamba yang shaleh dan berkhidmat karena itu terimalah (nazar) itu daripadaku. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui dan aku mohon perlindungan untuknya dan keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari setan yang terkutuk.
- Ali Imran: 38
Rabbii habli miladunka dzurriyyatan thoyyibah. Innaka sammi’uddu’aa
Artinya:
Ya Allah berikanlah kepadaku dari sisi-Mu keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau adalah pendengar permohonan (doa)
- Ibrahim: 40
Robbij’alnii muqiimash sholaati wa min dzurriyatii robbanaa wa taqobbal du’aa
Artinya:
Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan kami perkenankanlah doaku.
Minggu, 15 November 2015
Rabu, 11 November 2015
“The Seven Social Sins are:
Wealth without work.
Pleasure without conscience.
Knowledge without character.
Commerce without morality.
Science without humanity.
Worship without sacrifice.
Politics without principle.
From a sermon given by Frederick Lewis Donaldson in Westminster Abbey, London, on March 20, 1925.”
― Frederick Lewis Donaldson
Wealth without work.
Pleasure without conscience.
Knowledge without character.
Commerce without morality.
Science without humanity.
Worship without sacrifice.
Politics without principle.
From a sermon given by Frederick Lewis Donaldson in Westminster Abbey, London, on March 20, 1925.”
― Frederick Lewis Donaldson
Sabtu, 07 November 2015
Rasulullah saw. bersabda: Semulia-mulianya sedekah atau sebaik-baiknya sedekah adalah orang yang bersedekah dengan tidak menghabiskan hartanya secara total (sehingga setelah sedekah ia masih merasa cukup dengan yang tersisa saat memerlukannya). Dan tangan yang diatas lebih baik daripada tangan yang dibawah. Mulailah sedekah itu dari orang-orang yang berada dalam tanngung jawab kamu
Selasa, 03 November 2015
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Siapa yang takut (kepada Allah) maka ia akan bergadang malam; siapa yang bergadang malam maka ia akan sampai ke tempat yang luhur (tujuannya). Ingatlah bahwa sesungguhnya barang perniagaan Allah itu mahal; ingatlah bahwa sesungguhnya barang perniagaan Allah itu adalah surga.” (At-Tirmidzi)
Minggu, 18 Oktober 2015
”Sesungguhnya seluruh orang yang sombong akan dikumpulkan pada hari Kiamat bagaikan semut yang diinjak-injak manusia.” Ada seseorang yang bertanya: “Wahai Rasulullah, bukankah seseorang itu ingin agar baju yang dikenakannya bagus, sandal yang dipakainya juga bagus?” Rasulullah menjawab: “Sesungguhnya Allah itu Maha Indah, dan menyukai keindahan, hakikat sombong itu ialah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu) awal hadits berbunyi: “Tidak akan masuk Surga orang yang terdapat sebesar biji zarrah kesombongan dalam hatinya).
Dalam hadits yang ma’ruf disebutkan,
ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ : شُحٌّ مُطَاعٌ وَهَوًى مُتَّبَعٌ وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ
“Tiga hal yang membawa pada jurang kebinasaan: (1) tamak lagi kikir, (2) mengikuti hawa nafsu (yang selalu mengajak pada kejelekan), dan ujub (takjub pada diri sendiri).” (H.R. Abdur Razaq, hadist hasan)
Senin, 05 Oktober 2015
Himpunan bilangan
Himpunan bilangan asli N = {1, 2, 3, 4, 5, …. }.
Himpunan bilangan prima P = {2, 3, 5, 7, 11, 13, …. }.
Himpunan bilangan cacah C = {0, 1, 2, 3, 4, …. }.
Himpunan bilangan bulat Z = {…., -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, …. }.
Himpunan bilangan Real R adalah himpunan yang memuat semua bilangan anggota garis bilangan
Himpunan bilangan Rasional Q = {a/b | a, b Z dan b 0}.
Himpunan bilangan irrasional R – Q =Q c = { x R | x Q }.
Sabtu, 26 September 2015
Allah berfirman: "Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Ibrahim: 4)
Klasifikasi Buku Berdasarkan Fungsi Kognitif Manusia
Buku Te (extraverted thinking) = Buku bertema manajemen, leadership, dan team building.
Buku Ti (introverted thinking) = Buku bertema teori; seperti text book fisika, astronomi, matematika.
Buku Fe (extraverted feeling) = Buku bertema komunikasi dan humor.
Buku Fi (introverted feeling) = Buku motivasi, buku chicken soup, novel, komik.
Buku Ne (extraverted intuition) = RPUL, fact book, ensiklopedi.
Buku Ni (introverted intuition) = Buku bertema filsafat, buku belajar grafologi, buku belajar tarot.
Buku Se (extraverted sensing) = Buku bertema travelling, buku dng penuh gambar pemandangan.
Buku Si (introverted sensing) = Buku grammar, EYD, buku sejarah, undang-undang.
Buku Ti (introverted thinking) = Buku bertema teori; seperti text book fisika, astronomi, matematika.
Buku Fi (introverted feeling) = Buku motivasi, buku chicken soup, novel, komik.
Buku Ni (introverted intuition) = Buku bertema filsafat, buku belajar grafologi, buku belajar tarot.
Buku Si (introverted sensing) = Buku grammar, EYD, buku sejarah, undang-undang.
Selasa, 15 September 2015
Sebuah Hadist
ﺓَّﻮُﺒُّﻨﻟﺍ ُﻥﻮُﻜَﺗ ﺎَﻣ ْﻢُﻜﻴِﻓ ُﻪﻠﻟﺍ َﺀﺎَﺷ َﻥﻮُﻜَﺗ ْﻥَﺃ َّﻢُﺛ
ﺎَﻬُﻌَﻓْﺮَﻳ ﺍَﺫِﺇ َﺀﺎَﺷ ﺎَﻬَﻌَﻓْﺮَﻳ ْﻥَﺃ ٌﺔَﻓَﻼِﺧ ُﻥﻮُﻜَﺗ َّﻢُﺛ
ﻰَﻠَﻋ ِﺝﺎَﻬْﻨِﻣ ُﻥﻮُﻜَﺘَﻓ ِﺓَّﻮُﺒُّﻨﻟﺍ ﺎَﻣ َﺀﺎَﺷ ْﻥَﺃ ُﻪﻠﻟﺍ
َﻥﻮُﻜَﺗ َّﻢُﺛ ﺎَﻬُﻌَﻓْﺮَﻳ ﺍَﺫِﺇ َﺀﺎَﺷ ْﻥَﺃ ُﻪﻠﻟﺍ ﺎَﻬَﻌَﻓْﺮَﻳ َّﻢُﺛ
ُﻥﻮُﻜَﺗ ﺎًﻜْﻠُﻣ ُﻥﻮُﻜَﻴَﻓ ﺎًّﺿﺎَﻋ ﺎَﻣ ُﻪﻠﻟﺍ َﺀﺎَﺷ َﻥﻮُﻜَﻳ ْﻥَﺃ
َّﻢُﺛ ﺎَﻬُﻌَﻓْﺮَﻳ ﺍَﺫِﺇ َﺀﺎَﺷ ﺎَﻬَﻌَﻓْﺮَﻳ ْﻥَﺃ ُﻥﻮُﻜَﺗ َّﻢُﺛ ﺎًﻜْﻠُﻣ
ُﻥﻮُﻜَﺘَﻓ ًﺔَّﻳِﺮْﺒَﺟ ﺎَﻣ ُﻪﻠﻟﺍ َﺀﺎَﺷ َﻥﻮُﻜَﺗ ْﻥَﺃ ﺎَﻬُﻌَﻓْﺮَﻳ َّﻢُﺛ
ﺍَﺫِﺇ َﺀﺎَﺷ ْﻥَﺃ ﺎَﻬَﻌَﻓْﺮَﻳ ًﺔَﻓَﻼِﺧ ُﻥﻮُﻜَﺗ َّﻢُﺛ ﻰَﻠَﻋ
ِﺓَّﻮُﺒُّﻨﻟﺍ ِﺝﺎَﻬْﻨِﻣ َّﻢُﺛ َﺖَﻜَﺳ
ﺎَﻬُﻌَﻓْﺮَﻳ ﺍَﺫِﺇ َﺀﺎَﺷ ﺎَﻬَﻌَﻓْﺮَﻳ ْﻥَﺃ ٌﺔَﻓَﻼِﺧ ُﻥﻮُﻜَﺗ َّﻢُﺛ
ﻰَﻠَﻋ ِﺝﺎَﻬْﻨِﻣ ُﻥﻮُﻜَﺘَﻓ ِﺓَّﻮُﺒُّﻨﻟﺍ ﺎَﻣ َﺀﺎَﺷ ْﻥَﺃ ُﻪﻠﻟﺍ
َﻥﻮُﻜَﺗ َّﻢُﺛ ﺎَﻬُﻌَﻓْﺮَﻳ ﺍَﺫِﺇ َﺀﺎَﺷ ْﻥَﺃ ُﻪﻠﻟﺍ ﺎَﻬَﻌَﻓْﺮَﻳ َّﻢُﺛ
ُﻥﻮُﻜَﺗ ﺎًﻜْﻠُﻣ ُﻥﻮُﻜَﻴَﻓ ﺎًّﺿﺎَﻋ ﺎَﻣ ُﻪﻠﻟﺍ َﺀﺎَﺷ َﻥﻮُﻜَﻳ ْﻥَﺃ
َّﻢُﺛ ﺎَﻬُﻌَﻓْﺮَﻳ ﺍَﺫِﺇ َﺀﺎَﺷ ﺎَﻬَﻌَﻓْﺮَﻳ ْﻥَﺃ ُﻥﻮُﻜَﺗ َّﻢُﺛ ﺎًﻜْﻠُﻣ
ُﻥﻮُﻜَﺘَﻓ ًﺔَّﻳِﺮْﺒَﺟ ﺎَﻣ ُﻪﻠﻟﺍ َﺀﺎَﺷ َﻥﻮُﻜَﺗ ْﻥَﺃ ﺎَﻬُﻌَﻓْﺮَﻳ َّﻢُﺛ
ﺍَﺫِﺇ َﺀﺎَﺷ ْﻥَﺃ ﺎَﻬَﻌَﻓْﺮَﻳ ًﺔَﻓَﻼِﺧ ُﻥﻮُﻜَﺗ َّﻢُﺛ ﻰَﻠَﻋ
ِﺓَّﻮُﺒُّﻨﻟﺍ ِﺝﺎَﻬْﻨِﻣ َّﻢُﺛ َﺖَﻜَﺳ
Dari Nu’man bin Basyir r.a, dari Hudzaifah r.a berkata:
Rasulullah saw. bersabda:
“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti metode kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang menggigit; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti metode kenabian.” Beliau kemudian diam.” (HR Ahmad dan Al-Bazar).
“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti metode kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang menggigit; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti metode kenabian.” Beliau kemudian diam.” (HR Ahmad dan Al-Bazar).
Jumat, 28 Agustus 2015
9 Cara Membentengi Rumah dari Setan
Akhwatmuslimah.com – Di antara perkara yang bisa kita lakukan untuk membentengi rumah kita dari setan adalah:
1. Mengucapkan salam ketika masuk rumah dan banyak berzikir, baik di rumah ada orang atau tidak.
Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu berkata, “Disenangi seseorang mengucapkan bismillah dan banyak berzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala serta mengucapkan salam, sama saja apakah dalam rumah itu ada manusia atau tidak, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Apabila kalian masuk ke rumah-rumah maka ucapkanlah salam (kepada penghuninya yang berarti memberi salam) kepada diri-diri kalian sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberkahi lagi baik.” (An-Nur: 61)
2. Berzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika makan dan minum.
Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Apabila seseorang masuk ke rumahnya lalu ia berzikir kepada Allah saat masuknya dan ketika hendak menyantap makanannya, berkatalah setan, “Tidak ada tempat bermalam bagi kalian dan tidak ada makan malam.” Bila ia masuk rumah dalam keadaan tidak berzikir kepada Allah ketika masuknya, berkatalah setan, “Kalian mendapatkan tempat bermalam.” Bila ia tidak berzikir kepada Allah ketika makannya, berkatalah setan, “Kalian mendapatkan tempat bermalam sekaligus makan malam.” (HR. Muslim no. 5230)
3. Banyak membaca Al-Qur’an dalam rumah
“Permisalan seorang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah atrujah, baunya harum dan rasanya enak. Permisalan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma, tidak ada baunya namun rasanya manis. Adapun orang munafik yang membaca Al-Qur’an permisalannya seperti buah raihanah, baunya wangi tapi rasanya pahit. Sementara orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah hanzhalah, tidak ada baunya, rasanya pun pahit.” (HR. Al-Bukhari no. 5020 dan Muslim no. 1857)
Disamping itu, membaca Al-Qur’an di rumah dengan penuh kekhusyukan menjadikan para malaikat akan mendekat. Seperti kejadian yang pernah dialami seorang sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bernama Usaid ibnu Hudhair radhiyallahu ‘anhu. Suatu malam Usaid tengah membaca Al-Qur’an di tempat pengeringan kurma miliknya. Tiba-tiba kudanya melompat. Ia membaca lagi, kudanya melompat lagi. Ia terus melanjutkan bacaannya dan kudanya juga melompat. Usaid berkata, “Aku pun khawatir bila sampai kuda itu menginjak Yahya (putra Usaid, pen.), hingga aku bangkit menuju kuda tersebut. Ternyata aku dapati di atas kepalaku ada semacam naungan. Di dalamnya seperti lentera-lentera yang terus naik ke udara sampai aku tidak melihatnya lagi (hilang dari pandanganku). Di pagi harinya aku menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Usaid kemudian menceritakan apa yang dialaminya, setelahnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan:
“Itu adalah para malaikat yang mendengarkan bacaanmu. Seandainya engkau terus membaca Al-Qur’an niscaya di pagi harinya manusia akan dapat melihat naungan tersebut, tidak tertutup dari mereka. “ (HR. Muslim no. 1856)
4. Membaca surah Al-Baqarah dalam rumah
Bila engkau merasa di rumahmu demikian banyak masalah, tampak banyak penyimpangan dan anggota-anggotanya saling berselisih, maka ketahuilah setan hadir di rumahmu, maka bersungguh-sungguhlah mengusirnya. Bagaimanakah cara mengusirnya? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan jawabannya dengan sabda beliau:
“Sesungguhnya segala sesuatu ada puncaknya (punuknya) dan puncak dari Al-Qur’an adalah surah Al-Baqarah. Sungguh setan bila mendengar dibacakannya surah Al-Baqarah, ia akan keluar dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah tersebut.” (HR. Al-Hakim, dihasankan Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 588)
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengabarkan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surah Al-Baqarah.” (HR. Muslim no. 1821)
5. Banyak melakukan shalat nafilah/sunnah di rumah
Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma menyampaikan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Jadikanlah bagian dari shalat kalian di rumah-rumah kalian, dan jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan.” (HR. Al-Bukhari no. 432 dan Muslim no. 1817)
Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan hasungan untuk mengerjakan shalat nafilah (sunnah) di rumah, karena hal itu lebih ringan dan lebih jauh dari riya, lebih menjaga dari perkara yang dapat membatalkannya. Juga dengan mengerjakan shalat nafilah di rumah akan memberi keberkahan bagi rumah tersebut. Akan turun rahmah di dalamnya, demikian pula para malaikat. Sementara setan akan lari dari rumah tersebut.” (Al-Minhaj, 6/309)
Dalam hadits yang lain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan:
“Seharusnya bagi kalian untuk mengerjakan shalat di rumah-rumah kalian karena sebaik-baik shalat seseorang adalah di rumahnya terkecuali shalat wajib.” (HR. Al-Bukhari no. 731 dan Muslim no. 1822 )
Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu menyampaikan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Permisalan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya seperti permisalan orang yang hidup dan orang yang mati.” (HR. Muslim no. 1820)
6. Membersihkan rumah dari suara setan
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam kalam-Nya yang agung:
“Hasunglah siapa yang engkau sanggupi dari kalangan mereka dengan suaramu.” (Al-Isra: 64)
Mujahid rahimahullahu menerangkan, suara setan adalah laghwi (ucapan sia-sia/main-main) dan nyanyian/lagu. (Tafsir Ath-Thabari, 8/108)
Sebuah hadits dari sahabat yang mulia, Abu Malik Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, mengingatkan kita bahwa nyanyian, musik berikut alatnya bukanlah perkara yang terpuji, namun lebih dekat kepada azab. Abu Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Benar-benar akan ada sekelompok orang dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan alat musik. Ada sekelompok orang yang tinggal di lereng puncak gunung. Setiap sore seorang penggembala membawa (memasukkan) hewan ternak mereka ke kandangnya. Ketika datang kepada mereka seorang fakir untuk suatu kebutuhannya, berkatalah mereka kepada si fakir, ‘Besok sajalah kamu kemari!’ Maka di malam harinya, Allah Subhanahu wa Ta’ala azab mereka dengan ditimpakannya gunung tersebut kepada mereka atau diguncang dengan sekuat-kuatnya. Sementara yang selamat dari mereka, Allah Subhanahu wa Ta’ala ubah menjadi kera-kera dan babi-babi hingga hari kiamat.” (HR. Al-Bukhari no. 5590)
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu sampai mengatakan, “Musik/nyanyian akan menumbuhsuburkan kemunafikan di dalam qalbu.” (Diriwayatkan Ibnu Abid Dunya dalam Dzammul Malahi dan Al-Baihaqi, dishahihkan Al-Imam Al-Albani dalam At-Tahrim hal. 10)
Maka bila dalam sebuah rumah selalu disenandungkan lagu-lagu dan diputar musik, niscaya setan akan menempati rumah tersebut. Setan ini tentunya tidak sendiri. Ia akan memanggil bala tentaranya dari segala penjuru, lalu mereka menebarkan kerusakan dalam rumah tersebut serta membuat perselisihan serta perpecahan, kemarahan, dan kebencian di antara anggota-anggotanya. Karenanya, janganlah kita menjadikan rumah kita sebagai sarang setan, tempat mereka beranak-pinak.
7. Membuang lonceng dari rumah
Bila sekiranya di rumah kita ada lonceng-lonceng yang digantung serupa dengan naqus/lonceng gereja dalam hal suara ataupun model/bentuknya, walaupun tujuan kita hanya sebagai hiasan, maka singkirkanlah. Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang disampaikan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:
“Lonceng itu adalah seruling setan.” (HR. Muslim no. 5514)
Masih dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia memberitakan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Para malaikat tidak akan menyertai perkumpulan/rombongan yang di dalamnya ada anjing atau lonceng (yang biasa dikalungkan di leher hewan, pen.).”(HR. Muslim no. 5512)
Para malaikat adalah tentara Ar-Rahman. Mereka selalu berada dalam permusuhan dengan tentara setan. Maka, bila di suatu tempat tidak ada tentara Ar-Rahman, siapa gerangan yang menguasai tempat tersebut? Tentu para tentara setan.
Apa sebabnya para malaikat menjauhi lonceng? Ada yang mengatakan karena jaras/lonceng menyerupai naqus yang biasa dibunyikan di gereja. Ada pula yang berpandangan karena lonceng termasuk gantungan yang terlarang bila dipasang di leher. Ada juga yang berpendapat karena suara yang ditimbulkannya. Pendapat yang akhir ini diperkuat dengan riwayat:
“Lonceng itu adalah seruling setan.” (Al-Ikmal 6/641, Al-Minhaj 13/321)
Yang umum kita lihat, lonceng-lonceng itu digantungkan di leher hewan peliharaan. Dari lonceng tersebut keluarlah suara berirama bila hewan yang memakainya berjalan atau menggerak-gerakkan lehernya. Tentunya menggantung lonceng seperti ini dibenci dengan dalil hadits di atas.
8. Tidak menempatkan gambar dan patung di dalam rumah
Gambar dan patung yang dimaksudkan di sini adalah yang berupa/berbentuk makhluk bernyawa (hewan dan manusia)4. Gambar dan patung seperti ini harus disingkirkan dari rumah, terkecuali boneka untuk mainan anak perempuan, demikian kata Al-Qadhi rahimahullahu. (Al-Minhaj, 14/308)
Namun boneka ini tidak boleh dalam bentuk yang detail, sebagaimana jawaban Fadhilatusy Syaikh Muhammad ibnu Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu ketika ditanya tentang masalah ini. (lihat Majmu’ Fatawa wa Rasail Fadhilatusy Syaikh, no. 329, 2/227-278)5
Makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mulia, para malaikat, tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada gambar dan patung. Sementara seperti yang telah kita katakan, bila para malaikat keluar dari rumah, niscaya yang bersarang di dalam rumah tersebut adalah para setan karena rumah itu adalah rumah yang buruk.
Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah membeli namruqah yang bergambar (makhluk hidup). Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat namruqah tersebut beliau hanya berdiri di depan pintu, enggan untuk masuk ke dalam rumah. Aisyah radhiyallahu ‘anha pun mengetahui ketidaksukaan tampak pada wajah beliau. Aisyah radhiyallahu ‘anha berucap:
“Aku bertaubat kepada Allah, apa gerangan dosa yang kuperbuat?” Rasulullah menjawab, “Untuk apa namruqah ini?” “Aku membelinya agar engkau bisa duduk di atasnya serta menjadikannya sebagai sandaran,” jawab Aisyah. Rasulullah kemudian memberikan penjelasan, “Sungguh pembuat gambar-gambar ini akan diazab pada hari kiamat dan dikatakan kepada mereka, ’Hidupkanlah apa yang telah kalian ciptakan’ dan sesungguhnya rumah yang di dalamnya ada gambar-gambar (bernyawa) tidak akan dimasuki para malaikat.” (HR. Al-Bukhari no. 5957 dan Muslim no. 5499)
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Para malaikat tidak akan masuk ke sebuah rumah yang di dalamnya ada patung-patung atau gambar-gambar.” (HR. Muslim no. 5511)
9. Tidak memelihara anjing atau membiarkan anjing masuk ke dalam rumah
Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu menyampaikan sabda Rasul yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Para malaikat tidak akan masuk ke sebuah rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar.” (HR. Al-Bukhari no. 3225 dan Muslim no. 5481)
Aisyah radhiyallahu ‘anha mengisahkan:
Jibril berjanji kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mendatangi beliau di suatu waktu. Maka tibalah waktu tersebut namun ternyata Jibril tak kunjung datang menemui beliau. Ketika itu di tangan beliau ada sebuah tongkat, beliau melemparkan tongkat tersebut dari tangan beliau seraya berkata, “Allah dan para utusannya tidak akan menyelisihi janjinya.” Beliau lalu menoleh dan ternyata di bawah tempat tidur ada seekor anjing kecil. Beliau berkata, “Ya Aisyah, kapan anjing itu masuk ke sini?” “Saya tidak tahu,” jawab Aisyah. Beliau lalu menyuruh anjing itu dikeluarkan. Setelah itu datang Jibril. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Engkau berjanji kepadaku untuk datang di waktu tadi, aku pun duduk menantimu namun ternyata engkau tidak kunjung datang.” Jibril memberi alasan, “Anjing yang tadi berada dalam rumahmu mencegahku untuk masuk karena sungguh kami tidak akan masuk ke sebuah rumah yang di dalamnya ada anjing dan tidak pula masuk ke rumah yang ada gambar.” (HR. Muslim no. 5478)
Dengan demikian, haram bagi seorang muslim memelihara anjing tanpa ada kebutuhan, terkecuali anjing untuk berburu, anjing penjaga kebun, menjaga rumah, atau penjaga hewan ternak/peliharaan, sebagaimana pengecualian yang disebutkan dalam hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma yang akan datang penyebutannya.
Barangsiapa memelihara anjing tanpa kebutuhan maka ia terkena ancaman hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berikut ini. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Siapa yang memelihara anjing kecuali anjing penjaga ternak atau anjing berburu berkurang dua qirath pahala amalannya setiap hari.” (HR. Al-Bukhari no. 5482 dan Muslim no. 3999)
======
Sumber : assyariah
Senin, 27 Juli 2015
Enam Fungsi Sholat Tahajud
dakwatuna.com – Shalat tahajud adalah shalat sunnah muakad, maksudnya adalah shalat sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah. Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwasannya Rasulullah SAW tidak pernah sekalipun meninggalkan shalat tahajud baik itu ketika shafar atau bermukim ataupun disaat kondisi beliau sedang sehat maupun sakit.
Dalam kehidupan manusia saat ini ternyata masih banyak beberapa orang yang masih menyepelekan shalat tahajud, padahal shalat tahajud adalah shalat yang memilki keutamaan yang besar setelah shalat fardhu. Fungsi ataupun keutamaan dari shalat ini ternyata banyak dan bisa menjadi solusi bagi kita yang mempunyai permasalahan khususnya masalah spritual kita dengan sang pencipta. Adapun beberapa fungsi shalat tahajud itu adalah sebagai berikut:
- Menjadikan pelakunya sebagai hamba yang bersyukur
“Dari Mughirah bin Syu’bah, ia berkata: Sungguh Rasulullah SAW berdiri dan shalat sehingga kedua telapak kakinya atau kedua betisnya bengkak, lalu beliau ditanya, maka jawabnya: bukankah aku ini mesti menjadi seorang hamba yang banyak bersyukur?” ~HR Bukhari~
- Menjadikan pelakunya bersemangat tinggi dan berjiwa bersih
“Dari Abu Hurairah, Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda”. . . Jika seseorang shalat tahajud, maka di pagi harinya menjadi orang yang bersemangat tinggi dan jiwanya bersih. Jika tidak, maka dipagi harinya menjadi manusia yang bberjiwa kotor dan pemalas” ~HR Bukhari~
- Menjadikan pelakunya sebagai hamba yang paling dekat dengan Alloh
“Dari Amr bin Absah, Sesungguhnya ia mendengar Rasulullah SAW bersabda:”Alloh paling dekat dengan hambanya pada akhir malam, oleh karenanya jika kamu sanggup untuk menjadi orang yang berdzikir kepada Alloh pada saat tersebut lakukanlah” ~HR Tirmidzi~
- Menjadikan pelakunya terpuji
“Pada sebagian malam hari kerjakannlah shalat tahajjud sebagai ibadah tambahan bagimu. Sepantasnya Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yanng terpuji” ~QS Al Israa:17~
- Menjadikan pelakunya sebagai mustahiq pemberian Allah di akhirat
“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam kebun-kebun yang dikelilingi mata air. Mereka menerima segala pemberian Tuhan karena di dunia berbuat baik, mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan beristighfar di waktu sahur” ~QS Adz Dzariyat:15-18~
- Menjadikan pelakunya meraih kebahagiaan hidup
“Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri karena takut akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? ~QS Az Zumar:9
Wallahu’alam bishawab . . .
Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2015/02/10/63740/enam-fungsi-shalat-tahajud/#ixzz3hA6iB7hH
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook
Kerugian Orang yang Tidak Sholat Shubuh
Syahida.com – Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, menjelaskan bahwa tidak mengerjakan shalat Subuh dan Isya’ secara berjamaah bisa menjadi pertanda munafik. Beliau Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah hampir membakar rumah orang-orang yang tidak mengerjakannya, sebagai peringatan akan besarnya dosa dan buruknya kelakuan mereka. Beliau bersabda:
“Tidak ada shalat yang lebih berat dirasakan oleh orang munafik melebihi shalat Subuh dan shalat Isya’. Seandainya mereka tahu apa-apa yang ada padanya, pastilah mereka mendatanginya meskipun dengan harus mengesot. Dan sungguh, aku berpikir untuk meyuruh muadzin mengumandangkan iqamat. Lalu aku suruh seseorang untuk mengimami manusia, sementara itu kuambil api dan kubakar (rumah) orang-orang yang tidak keluar (mengerjakan) shalat subuh.[1]
Ada yang lebih berat lagi, pernah Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bermimpi, dan mimpi para Nabi nyata adanya. Kata beliau, “Semalam aku bermimpi didatangi dua sosok yang diutus kepadaku. Keduanya berkata, ‘Mari berangkat!’ maka aku pun berangkat bersama keduanya. Kami mendatangi seseorang yang sedang berbaring. Tiba-tiba ada orang lain berdiri di atasnya mengangkat sebongkah batu besar. Batu itu dijatuhkannya ke kepala orang yang tidur. Kepala orang itupun pecah, sementara batunya menggelinding jauh. Orang itu mengikuti batu yang menggelinding dan mengambilnya. Sebelum orang itu kembali ke tempat orang yang berbaring, kepalanya telah kembali seperti sedia kala. Orang itupun kembali dan melakukan apa yang telah dilakukannya sebelumnya…” ketika Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam menanyakan apa yang beliau lihat, kedua sosok itu menjawab, “Kami akan memberitahumu. Orang yang pertama yang saat kamu temui kepalanya dipecahkan dengan batu adalah orang yang mengambil al-Qur’an lalu menolaknya dan tidur tidak mengerjakan shalat wajib…”[2]
Dari penggalan hadits panjang diatas dapat diambil satu kesimpulan bahwa tidur yang dilakukan oleh kepala di waktu yang semestinya, berakibat hukuman yang ditimpakan ke kepala. Kepala yang merasa berat sehingga tidak melaksanakan kewajiban dari Allah. Supaya mata orang-orang pandir tak tidur lagi.
Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan bahwa Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu bertutur; “Disebutkan di hadapan Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam adanya orang yang tidur semalaman sampai pagi tiba. Beliau bersabda, “Itulah orang yang kedua telinganya dikencinginya setan.”[3]
Mensyarah hadits ini, Ibnu Hajar menulis, “Ada yang mengatakan bahwa maknanya setan menguasainya dan menghinakannya sampai-sampai menjadikannya sebagai tempat kencing. Kebiasaan orang yang menghinakan sesuatu adalah mengencinginya. Saya katakan, ‘Siapa yang rela dihinakan seperti itu dan menjadikan telinganya sebagai tempat kencingnya setan?!”
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menyatakan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Setan membuat tiga simpul di tengkuk salah seorang dari kalian saat dia tidur. Di setiap itu dia menghembuskan, ‘Malammu masih panjang, tidurlah!’ jika dia bangun dan berdzikir kepada Allah, maka lepaslah satu simpul lagi. Dan jika dia berwudhu, maka lepaslah satu simpul lagi. Dan jika dia shalat lepaslah simpul-simpul itu semuanya. (jika sudah begitu) pagi harinya dia akan bersemangat dan jiwanya bersih. Jika tidak, jiwanya kotor dan malas.’”[4]
Apa yang dilakukan setan diserupakan dengan apa yang dilakukan tukang sihir, sama-sama membuat simpul-simpul untuk menghalangi orang melakukan sesuatu. Kita memohon keselamatan dan keteguhan diatas ketaatan dan istiqomah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kesimpulan:
- Tidak melaksanakan shalat Subuh berjamaah termasuk tanda-tanda orang munafik.
- Di alam Barzakh kepala orang yang malas mengerjakan shalat Subuh akan dipukul berulang-ulang.
- Seruan untuk mengerjakan shalat adalah seruan Allah kepada hamba-hambaNya. Barangsiapa menyahutnya dia akan mulia dan barangsiapa tidak menyahutnya akan dihinakan. Dan barangsiapa dihinakan oleh Allah tidak ada yang mampu memuliakannya. (QS: Al-Hajj: 22: 18)
- Saat setan menghembuskan, ‘Malam masih panjang, tidur lagi saja!’ lalu ditaati dan Allah menyeru, “Shalat itu lebih baik daripada tidur,’ lalu dimaksiati. Lihatlah apa yang akan terjadi kemudian!
Diantara hukuman yang disegerakan baginya adalah pagi harinya dia berjiwa kotor, malas, tidak dijamin dan dijaga oleh Allah, serta tidak mendapatkan cahaya saat berjalan di kegelapan Shirath. Dan sungguh, adzab akhirat itu lebih besar sekiranya mereka mengetahui. (Al-Qalam: 68: 33) [Syahida.com]
Sumber: Sulitkah Shalat Subuh Tepat Waktu? oleh Samir Al-Qarny bin Muhammad Riziq
[1] Al-Lu’lu wal Marjan no. 383.
[2] Shahih al-Bukhari, hadits no. 7047. Lihat: Fath Al-Bari, 14/ 480.
[3] Shahih al-Bukhari hadits no. 1144 dan Muslim hadits no. 774. Lafal hadits di atas lafal Muslim.
[4] Al-Bukhari hadits no, 3269.
- See more at: http://www.syahida.com/2015/02/10/1833/kerugian-orang-yang-tidak-shalat-subuh/#sthash.wn1AAbBM.dpuf
Minggu, 12 Juli 2015
Cara Mengajarkan Anak Menghafal Al Qur'an Sejak Dini
1. Bayi (0-2 tahun)
-Bacakan Al Qur'an dari surat Al fatihah
-Tiap hari 4 kali waktu (pagi, siang, sore, malam)
-Tiap 1 waktu satu surat diulang 3x
-Setelah hari ke-5 ganti surat An Naas dengan metode yang sama
-Tiap 1 waktu surat yg lain-lain diulang 1x2
-Bacakan Al Qur'an dari surat Al fatihah
-Tiap hari 4 kali waktu (pagi, siang, sore, malam)
-Tiap 1 waktu satu surat diulang 3x
-Setelah hari ke-5 ganti surat An Naas dengan metode yang sama
-Tiap 1 waktu surat yg lain-lain diulang 1x2
2. Diatas 2 tahun
-Metode sama denga teknik pengajaran bayi. Jika kemampuan mengucapkan kurang, maka tambah waktu menghafalnya, mis dari 5 hari menjadi 7 hari
-Sering dengarkan murattal
-Metode sama denga teknik pengajaran bayi. Jika kemampuan mengucapkan kurang, maka tambah waktu menghafalnya, mis dari 5 hari menjadi 7 hari
-Sering dengarkan murattal
3. Diatas 4 tahun
-Mulai atur konsentrasi dan waktu untuk menghafal serius
-Ajari muraja'ah sendiri
-Ajari menghafal sendiri
-Selalu dimotivasi supaya semagat selalu terjaga
-Waktumenghafal 3-4x perhari
-Mulai atur konsentrasi dan waktu untuk menghafal serius
-Ajari muraja'ah sendiri
-Ajari menghafal sendiri
-Selalu dimotivasi supaya semagat selalu terjaga
-Waktumenghafal 3-4x perhari
BC dari Ustdz Ahmad Al Hafidz
Allaahummaj'alna fii ahli Qur'an , Allaahumma baarik fi auladina wa dzurriiyatina bil Qur'an, Allaahummarzuqna istiqomah fi tilawatil wa hifzil Qur'an...wa adhilna fi jannati fi Qur'an...Aamiin Allaahumma Aamiin
Sabtu, 04 Juli 2015
How do you measure art? Pagan Poetry
Get to know the artist, the purpose of what he/she believes in, their thoughts, their fear, why they make art, and how do they love making art so much. The definition of institutional theory of art actually makes an art less of an art, because by then the artist decide not to make art, but a bunch of well-visualised gimmicks.
dari ask.fm @sarahsoeprapto
Get to know the artist, the purpose of what he/she believes in, their thoughts, their fear, why they make art, and how do they love making art so much. The definition of institutional theory of art actually makes an art less of an art, because by then the artist decide not to make art, but a bunch of well-visualised gimmicks.
dari ask.fm @sarahsoeprapto
Tips untuk Ibu Hamil
* Surah Yusuf - untuk anak yang cantik rupa dan akhlak
* Surah Luqman – untuk anak yang cerdik
* Surah Yaasin – untuk anak yang teguh hati dan tidak terpengaruh dengan maksiat
* Surah Maryam – untuk memudahkan bersalin
* Surah al-Hujurat – untuk membanyakkan susu ibu
* dan sebagainya.
* Surah Luqman – untuk anak yang cerdik
* Surah Yaasin – untuk anak yang teguh hati dan tidak terpengaruh dengan maksiat
* Surah Maryam – untuk memudahkan bersalin
* Surah al-Hujurat – untuk membanyakkan susu ibu
* dan sebagainya.
Doa semasa hamil – Ya Allah, peliharalah anakku ini selama ia berada di dalam perutku, dan sihatkanlah dia, Engkau yang menyembuhkan, tidak ada penyembuhan selain penyembuhanMu, Penyembuhan yang tidak meninggalkan penyakit. Ya Allah, rupakanlah atau bentukkanlah dia yang ada diperutku dengan rupa yang baik dan tetapkanlah di dalam hatinya iman kepada Engkau dan kepada RasulMu. Ya Allah, keluarkanlah dia dari perutku dengan mudah dan selamat. Ya Allah jadikanlah dia sihat yang sempurna berakal dan pandai, alim dan beramal. Ya Allah, panjangkanlah umurnya, sihatkanlah badannya, baikkanlah akhlaknya, fasihkanlah lisannya, baguskanlah suaranya untuk membaca Al-Quran dan hadis dengan berkat Nabi Muhammad S.A.W, dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam smile emoticon
Jumat, 26 Juni 2015
Renungan Malam
Dailymoslem – Rezeki adalah salah satu hal yang paling banyak orang cari. Setiap hari, orang-orang rela bangun lebih pagi dan pulang larut malam untuk menjemput rezeki. Bahkan lebih parah lagi, ada rela melakukan apa saja untuk mengumpulkan ‘rezeki’ lebih banyak.
Orang selalu salah kaprah mengenai apa itu rezeki. Mereka menganggap rezeki dihitung hanya dari lembaran-lembaran uang atau beratnya emas yang ditimbang. Padahal, rezeki tidak mesti dipandang dari tumpukan harta tapi dari kesehatan yang diterima juga.
Nah, berikut ini ada 7 amalan dzikir yang insya Allah dapat mempermudah datangnya rezeki pada kita. Entah itu berupa harta, kesehatan, kebahagiaan dan lain sebagainya.
Lahaula wala Quwwata Illa Billah
‘Lahaula wala Quwwata Illa Billah‘ memiliki arti bahwa tiada daya dan upaya kecuali dari pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan membacanya, kita menghindari tinggi hati sehingga menganggap kita mampu melakukan sesuatu meski tanpa bantuan Allah. Padahal segala sesuatu yang menghampiri kita pasti atas izin Allah.
“Barangsiapa yang lambat datang rezekinya hendaklah banyak mengucapkan “Lahaula Wala Quwwata Illa Billah” ( HR. At Tabrani )
La Ilaha Illallahul Malikul Haqqul Mubin
“Barangsiapa setiap hari membaca La ilaha illallahul malikul haqqul mubin maka bacaan itu akan menjadi keamanan dari kefakiran dan menjadi penenteram dari rasa takut dalam kubur” (HR. Abu Nu’aim dan Ad Dailami)
Astagfirullah hal adzim
Dzikir ini memiliki arti “ Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung.” Salah satu penghambat datangnya rezeki karena adanya dosa yang pernah dilakukan. Dengan memohon ampun terlebih dahulu, Insya Allah rezeki akan mudah didapatkan.
Membaca surat Al-Ikhlas
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berjanji akan memberikan imbalan hidup yang baik di dunia dan di akhirat untuk siapa saja yang beramal shaleh dan dalam hatinya tersimpan keimanan yang teguh. Termasuk didalamnya, adalah hanya bergantung kepada Allah Dzat yang Maha Agung pemilik langit dan bumi serta segala isinya.
Ayat pertama surah Al-Ikhlas memiliki arti,
“Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.” (Q.S Al-Ikhlas: 1)
Oleh karenanya, Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam memberikan kabar gembira kepada setiap muwahhid (ahli tauhid). Bahwa hidup mereka bakal dijauhkan dari kemiskinan. Dan untuk memperoleh jaminan tersebut ternyata cukup dengan setiap kali pulang ke rumah membaca ayat pertama surah Al-Ikhlas sebelum masuk ke dalam rumah.
Membaca surat Al-Waqiah
“Barangsiapa mmbaca surat AlWaqiah setiap malam, maka tidak akan ditimpa kesempitan hidup”(HR. Al-Baihaqi dalam Syu’ab AlIman)
Memperbanyak Selawat Atas Nabi
“Ubay Bin Ka’ab meriwayatkan , bila telah berlalu sepertiga malam, Rasulullah Salallahu’alaihiwassalam berdiri seraya bersabda : “Wahai Manusia Berdzikirlah mengingat Allah, berdzikirlah mengingat Allah. Akan datang tiupan (sangkakala kiamat) pertama, kemudian diiringi tiupan kedua. Akan datang kematian dan segala kesulitan didalamnya”
Membaca Subhanallah wabihamdihi Subhanallahil adziim
“…dari setiap kalimat itu seorang malaikat yg bertasbih kepada Allah Ta’ala sampai hari kiamat yang pahala tasbihnya itu diberikan untukmu.” (HR. Al-Mustagfiri dalam Ad-Da’awat)
Langganan:
Postingan (Atom)
kondisi ganjaran kematian sesuai apa yang dilakukan semasa hidup
اني لا اخرج احد من الدول نيا، وانا اريد ان ارحمه، حتى او فيه بكل خطيرة عملها قسما فى جسد هو و مصيبة فى اهله، وولده وضيقة فى، معاشه وافتح رئي...
-
Himpunan bilangan asli N = {1, 2, 3, 4, 5, …. }. Himpunan bilangan prima P = {2, 3, 5, 7, 11, 13, …. }. Himpunan bilangan cacah C = {...
-
Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah Shallallahualaihiwassalam bersabda, ’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan ...
-
Doa agar diberikan keturunan yang shaleh dan shalehah Ali Imran: 35-36 Bismillahhirrahmaanir rahiim, Robbi inni nadzartu laka maa fii ...
