kak, gimana cara ngadapin guru yang suka menuntut muridnya untuk bisa. padahal kita punya kapasitas masing-masing, dan kita ini nggak cuma bisa dituntut satu pelajaran. mohon pengarahan nya kak: ) Terimakasih.
Personally, I think that's bullshit.
Bukan,
Bukan guru yang menuntut muridnya untuk bisa.
Tapi kamu.
Iya, kamu.
Pendapat kamu bahwa kita punya kapasitas masing-masing dan tidak hanya bisa dituntut satu pelajaran, keduanya itu bullshit; mentalitas yang membuat kamu dan jutaan pelajar lainnya tidak bisa maju.
-
Look at me.
Look very closely at me.
Perhatikan baik-baik halamanku.
Kamu bisa menemukan pengetahuan dari berbagai macam pelajaran.
Hampir secara literal, aku dapat menjawab segala macam pertanyaan tentang ilmu apa pun yang kalian lontarkan kepadaku. Mau itu sains, politik, humaniora, bahkan diet dan seks sekalipun.
Aku bisa dan tahu segalanya.
-
Bagaimana caranya?
Mudah:
1. Interest
2. Passion
Kalau kamu punya ketertarikan kepada suatu ilmu, kamu dapat menguasainya dengan passion. Kalau kamu tidak punya ketertarikan kepada suatu ilmu, aku jamin ke kamu bahwa kamu tidak akan pernah bisa menguasainya.
Apa kamu sadar bahwa di dalam halaman ini aku tidak pernah berbicara tentang ekonomi? Ya, karena aku tidak ada interest ke ekonomi.
Tapi, aku hanya perlu sedikit percikan interest ke politik supaya aku punya passion untuk mendalami politik--walau aku adalah orang yang tidak senang politik.
-
Untuk menimbulkan interest terhadap sesuatu pun tidak sesulit yang kamu bayangkan.
Kita dikelilingi oleh seluruh ilmu yang telah, sedang, dan akan kamu pelajari. Semuanya berhubungan, dan semuanya terikat terhadap satu sama lainnya. Jika kamu mempunyai interest terhadap matematika, kamu juga bisa menumbuhkan interest terhadap fisika, kimia, biologi, geografi, psikologi, sosiologi, hingga sejarah sekali pun. Semua ilmu itu berhubungan, dan kamu bisa menemukan geografi dalam psikologi sekali pun.
-
All you need to do, is only to be interested.
All you need to do to be interested, is only to give a fuck.
In other words, you can learn anything you want if you care about anything.
No talent involved. Only interest and passion.
Batas itu bullshit, tidak ada, dan dibuat oleh mentalitas kamu sendiri yang lemah.
Tak ada waktu pun juga alasan bullshit, karena kesempatan ada di setiap kesempitan, dan yang menentukan banyak-sedikitnya waktumu adalah kamu sendiri.
Sibuk pun adalah bullshit, dan merupakan eufemisme dari "aku tidak punya cukup kepedulian untuk mengurus itu".
Kamu merasa overwhelmed? Stres? Lelah? Bagus! Berarti kamu akan lebih siap menghadapi hal yang lebih rumit, dan kamu akan lebih mampu menghadapi hal yang lebih sederhana.
Just like going to the gym. Kamu angkat beban 20 kilo 5 kali, merasa overwhelmed, stres, dan lelah. Tapi keesokan harinya kamu akan siap mengangkatnya 6 kali atau menambah bebannya, dan pastinya bisa mengangkat beban yang lebih ringan dengan mudah.
-
Otot dan otakmu sebenarnya mempunyai cara kerja yang sama.
Kalau mau mengembangkan baik otot maupun otak, yang kamu perlu hanyalah interest dan passion.
Kalau kamu merasa tidak bisa, berarti mentalitas kamu yang lemah, dan kamu memang tidak pantas untuk bisa.
Bukan,
Bukan guru yang menuntut muridnya untuk bisa.
Tapi kamu.
Iya, kamu.
Pendapat kamu bahwa kita punya kapasitas masing-masing dan tidak hanya bisa dituntut satu pelajaran, keduanya itu bullshit; mentalitas yang membuat kamu dan jutaan pelajar lainnya tidak bisa maju.
-
Look at me.
Look very closely at me.
Perhatikan baik-baik halamanku.
Kamu bisa menemukan pengetahuan dari berbagai macam pelajaran.
Hampir secara literal, aku dapat menjawab segala macam pertanyaan tentang ilmu apa pun yang kalian lontarkan kepadaku. Mau itu sains, politik, humaniora, bahkan diet dan seks sekalipun.
Aku bisa dan tahu segalanya.
-
Bagaimana caranya?
Mudah:
1. Interest
2. Passion
Kalau kamu punya ketertarikan kepada suatu ilmu, kamu dapat menguasainya dengan passion. Kalau kamu tidak punya ketertarikan kepada suatu ilmu, aku jamin ke kamu bahwa kamu tidak akan pernah bisa menguasainya.
Apa kamu sadar bahwa di dalam halaman ini aku tidak pernah berbicara tentang ekonomi? Ya, karena aku tidak ada interest ke ekonomi.
Tapi, aku hanya perlu sedikit percikan interest ke politik supaya aku punya passion untuk mendalami politik--walau aku adalah orang yang tidak senang politik.
-
Untuk menimbulkan interest terhadap sesuatu pun tidak sesulit yang kamu bayangkan.
Kita dikelilingi oleh seluruh ilmu yang telah, sedang, dan akan kamu pelajari. Semuanya berhubungan, dan semuanya terikat terhadap satu sama lainnya. Jika kamu mempunyai interest terhadap matematika, kamu juga bisa menumbuhkan interest terhadap fisika, kimia, biologi, geografi, psikologi, sosiologi, hingga sejarah sekali pun. Semua ilmu itu berhubungan, dan kamu bisa menemukan geografi dalam psikologi sekali pun.
-
All you need to do, is only to be interested.
All you need to do to be interested, is only to give a fuck.
In other words, you can learn anything you want if you care about anything.
No talent involved. Only interest and passion.
Batas itu bullshit, tidak ada, dan dibuat oleh mentalitas kamu sendiri yang lemah.
Tak ada waktu pun juga alasan bullshit, karena kesempatan ada di setiap kesempitan, dan yang menentukan banyak-sedikitnya waktumu adalah kamu sendiri.
Sibuk pun adalah bullshit, dan merupakan eufemisme dari "aku tidak punya cukup kepedulian untuk mengurus itu".
Kamu merasa overwhelmed? Stres? Lelah? Bagus! Berarti kamu akan lebih siap menghadapi hal yang lebih rumit, dan kamu akan lebih mampu menghadapi hal yang lebih sederhana.
Just like going to the gym. Kamu angkat beban 20 kilo 5 kali, merasa overwhelmed, stres, dan lelah. Tapi keesokan harinya kamu akan siap mengangkatnya 6 kali atau menambah bebannya, dan pastinya bisa mengangkat beban yang lebih ringan dengan mudah.
-
Otot dan otakmu sebenarnya mempunyai cara kerja yang sama.
Kalau mau mengembangkan baik otot maupun otak, yang kamu perlu hanyalah interest dan passion.
Kalau kamu merasa tidak bisa, berarti mentalitas kamu yang lemah, dan kamu memang tidak pantas untuk bisa.