Dalam menggapai hakikat, tidak sedikit dari kita yang sulit menemukan rasionalitas tanpa berpikir melampaui batas. Sedikit dari mereka menjadi gila. "Gila" yang dimaksud di sini bukan dalam artian harus kehilangan akal secara total sebagaimana orang-orang gila yang berkeliaran di jalan. Tetapi kehilangan rasionalitas karena terlalu fokus mengejar hakikat. Misal mengklaim diri mencapai sifat keilahian sementara pada praktek nyatanya tidak ada jalan atau sebab akibat yang dilakukan dalam menyampaikan sebuah arahan.
Mempelajari ilmu hakikat memang terkadang sering dikaitkan oleh sebagian orang dengan kemungkinan "menjadi gila". Karena hakikat memang dianggap sebagai suatu yang berada di luar wilayah rasionalitas. Dalam memahami hakikat lantas tidak harus dengan menanggalkan atau mencampakkan rasionalitas. Jika kita sadar bahwa jalan pertama menuju pemahaman adalah dengan mengenal konstruksi utamanya, dan mengenal hakikat sebagai bagian dari konstruksi ilmu secara keseluruhan sebagai rangka utama rasionalitas. Dengan kata lain, menggapai hakikat harus melewati pemahaman terlebih dahulu terhadap rangka sebagai hal yang empiris dan rasional.
Tidak banyak manusia yang paham bagaimana metode empiris dan rasionalisme dikelola dalam beragam problematika sehari-hari. Padahal metode empiris dan rasionalisme digunakan sebagai parameter kebenaran hal, mengingat eksistensi keberadaan keduanya berkaitan dengan alat berpikir di dalam diri manusia. Termasuk di dalanya akal, intuisi dan panca indera.
Dunia panca indera dan akal budi manusia menangkap dan merumuskan hal-hal empirik dengan indera atau intuisinya melahirkan metode rasionalistik. Kemudian apa yang masuk ke dalam pengalaman dunia inderawi dipahami oleh akal budinya sebagai wilayah "kebenaran" sehingga sesuatu dapat ditentukan baik dan buruk, serta benar dan salah.
Dengan metode keilmuan, kita sebagai manusia dituntut untuk dapat memecahkan dan menyelesaikan masalah dengan memecahkan solusi dengan tanpa melupakan hakikat agar makna dari suatu kehidupan tidak hilang
Daftar Pustaka
https://www.kompasiana.com/ujangbandeung/555315587397732d0afa2b7c/menggapai-hakikat-tanpa-harus-menjadi-gila
Daftar Pustaka
https://www.kompasiana.com/ujangbandeung/555315587397732d0afa2b7c/menggapai-hakikat-tanpa-harus-menjadi-gila
Tidak ada komentar:
Posting Komentar